Sahabat AGEN SBOBET , Jeonju Hanok Village adalah perkampungan rumah tradisional Korea yang terdiri atas lebih dari kumpulan ratus hanok. Masing-masing hanok memiliki fungsi berbeda-beda, ada yang untuk museum, galeri senior, toko mata cendera, tempat informasi turis, toko obat Korea, tempat minum teh, kafe, restoran, dan beberapa lainnya juga masih ditinggali. Berjalan-jalan di area ini terasa seperti kembali ke masa lalu karena Kota Jeonju sudah cukup maju, daerah Hanok Village memulihkan agar tetap aman keasliannya.

Gambar hasil untuk desa jeonju hanok

Hal terlucu yang saya temukan di Jeonju Hanok Village adalah keberadaan bongkahan dan batu besar yang ada di kantor informasi turis Gyeonggijeon. Penempatan es diharapkan bermanfaat bagi pejalan kaki (baik turis maupun warga lokal) untuk mendinginkan kulit yang membutuhkan sinar matahari. Hari itu memang panas menyengat, dan saya yang tidak diperlukan dengan cara mendinginkan badan seperti itu bisa melihat sekelompok anak-anak sibuk menempelkan lengan, tangan, kaki, pipi, muka, dan bahkan lidah ke bongkahan es saking kepanasannya. Terbukti setelah menyerap anak-anak (tetapi, hanya menempelkan tangan dan kaki) kulit terasa segar tidak perih akibat sengatan matahari.
Gambar hasil untuk rodeo street gyeonggijeon

Berkeliling di pusat kota Jeonju sangat mudah karena semua bisa dicapai dengan jalan kaki. Saya menghabiskan waktu tujuh jam untuk berbelanja di Jalan Rodeo, makan siang, keluar masuk museum dan galeri seni, di Jeonju Hanok Village, minum es teh di Mosim Cafe, dan foto-foto. Pedoman utama untuk menjelajahi wilayah Jeonju Hanok Village dan sekitarnya adalah rumah karena rumah-rumah hampir sama dengan rumah-rumah lainnya yang sulit untuk dikunjungi. Jika membicarakan Anda mengenai Jeonju sebagai transit kota untuk mencapai kota-kota lain, kantor informasi turis di Jeonju Desa Hanok menyediakan loker-loker untuk mengakses barang gratis. Jam operasi loker adalah 9.00-18.00.