MRT (Mass Rapid Transit) di Singapura mulai diterapkan pada tahun 1988 dengan dua buah jalur yaitu North-South Line (jalur merah, dari Marina Bay menuju Jurong East dengan melewati Woodlands-daerah paling dekat dengan perbatasan Johor Bahru) dan East-West Line (jalur hijau, dai changl Alrport hingsa Jlo Koon).

Pada saat awal beroperasi pun, belum semua stasiun tersebut dilewati oleh MRT. Seiring dengan berjalannya waktu, MRT baru menambah akses ke stasiun yang lebih jauh lagi. Setelah jalur merah dan hijau, kemudian dibangun jalur ungu (North-East Line, dari Harbour Front-terminal feri dari Batam menuju Punggol).

Kereta Cepat Bisa Di Sebut Dengan MRT

Akhir tahun 2009, Singapura menambah satu warna lagi dalam peta transportasi kereta cepatnya, yaitu oranye. Jalur oranye ini disebut Circle Line dan belum semua beroperasi. Pada masa datang, rencananya Singapura akan menambah empat jalur lagi yang berarti penambahan empat warna juga.

Harga Atau Biaya Naik MRT

Biaya untuk menaiki MRT di jalur hijau dan merah mulai dari S$1 (Rp6.700,00) hingga S$2 (Rp13.400,oo), dan untuk jalur ungu mulai dari S$1.1 (Rp7.370,00) sampai S$2 (Rp13.400,00). Seperti bus umum, referensi harga untuk kereta cepat di atas berlaku untuk pembayaran secara tunai di mesin tiket otomatis (GTM-General Ticketing Machine) dengan menggunakan Standard Ticket (ST).

ST yang dibeli melalui GTM hanya berlaku untuk bepergian sekali jalan dan pada hari yang sama. Harga di atas belum termasuk biaya tiket ST sebesar S$1 (Rp6.700,00) yang bisa dikembalikan pada saat penumpang sampai di tujuan atau hari-hari berikutnya (maksimal 30 hari setelah ST dibeli di GTM).

Pengembalian tiket standar ini hanya bisa dilakukan di mesin GTM. Tidak ada gunanya menyimpan tiket standar sebagai cenderamata, apalagi alau jumlahnya banyak. Lebih baik ditukar di mesin GTM sebelum kembali ke tanah air dan uang hasil penukarantiket-tiket standartersebut bisa dibelikan cenderamata beneran. itulah artikel dariĀ  988bet.in.