Obyek Wisata Candi Jolotundo

Di Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Mojokerto. Dapat dicapai dari Mojokerto – Mojosari terus kepertigaan Ngijingan sekitar 5 km. Desa-desa yang dilewat : Purwojati, Kutogirang, Kesemen, Srigading, Bale Kembang dan setelah 2 km masuk hutan sampailah di Desa Seloliman. info menarik ini dipersembahkan oleh Bandar Casino Sbobet .

Susunan Candi Jolotundo

Candi Jolotundo yang dalam laporan-laporan lama kadang-kadang disebut Jeluktondo adalah sebuah petirtaan atau pemandian suci. Bangunan terbuat seluruhnya dari batu andesit, berukuran : 16,85 meter x 13,52 meter.

Bagian belakang kolam menempel pada punggung bukit dengan jalan mengeprasnya sedemikian rupa sehingga letaknya lebih tinggi daripada bangunannya. Dari sini pancuran-pancuran mendapat air yang kemudian mengalir kembali ke dalam kolam.

Di bagian tengah dinding terdapat teras bertingkat dua yang menjorok ke tengah kolam di sebelah kiri dan kanan teras tersebut juga menempel pada dinding belakang terdapat bilik kolam. Bilik-bilik kolam ini dikelilingi tembok, kini tinggal sebagian dan susunannya sudah tidak teratur lagi.

Terdapat Batu Kemuncak

Di teras bagian tengah dahulu terdapat batu kemuncak yang berfungsi sebagai pancuran air, batu tersebut disangga oleh 16 panil berrelief. Sudah sejak lama batu-batu ber-relief ini tinggal sebagian, sebagian lagi di musium pusat sedangkan batu kemuncaknya disimpan di Musium Trowulan. Masih di teras bagian tengah di bagian agak ke belakang dalam susunan yang lebig tinggi dahulu terdapat sebuah singgasana yang disangga oleh teras sendiri. Arca apa yang diletakkan di singgasana ini belum diketahui.

Pada tembokbagian belakang bilik kolam terdapat arca-arca pancuran yang berbentuk garuda di bilik utara dan naga di bilik selatan. Pada dinding utara tembok belakang terdapat tulisan yang berbunyi “Gempeng”.

Sedangkan di dinding selatan pahatan angka tahun 899 Saka (= 977 Masehi). Di bawah pancuran yang terdapat di Bilik kolam selatan pada bidang yang menghadap ke selatan terdapat tulisan “Udayana”. Dari tulisan tersebut diduga bahwa petirtaan Jolotundo merupakan salah satu bangunan suci yang dipersiapkan untuk tempat peristirahatan terakhir raja Udayana. Dari sisa-sisa dinding yang terdapat di sebelah selatan kemungkinan dahulu petirtaan ini dikelilingi tembok.

Petirtaan pernah mengalami pemugaran liar pada tahun 1974, beberapa tambahan bangunan baru tidak sesuai lagi dengan keadaannya semula. Dalam rangka pelestarian bangunan pihak Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Timur telah mengadakan pembenahan-pembenahan tentu saja sejauh yang tidak menyimpang dari prinsip-prinsip kepurbakalaan.

Semoga artikel di atas dapat menambah wawasan Anda dalam berwisata di daerah Mojokerto. [kongs]

SMS/Telp : +855 977 699 180
Whatsapp : 0822 988888 61
PIN BBM : D62477FB
Line : 988BET

DAFTAR SEKARANG DI 988BET DAN DAPATKAN BONUS 30% UNTUK NEW MEMBER !!